ꦔꦺꦴꦤꦺꦴꦪꦔꦺꦴꦤꦺꦴꦤꦶꦁꦲꦗꦔꦺꦴꦤꦺꦴ

NGONO YA NGONO, YEN AJA NGONO” (Bahasa Jawa) yang dalam bahasa Indonesia berarti, “begitu ya begitu, namun juga jangan begitu” Jika anda bukan Orang Jawa, berhati-hatilah dalam menggunakan ungkapan ini. Jika anda tidak tahu peruntukannya, mending jangan gunakan daripada anda dianggap tidak tahu sopan santun, dan melecehkan Orang Jawa.

Ungkapan Jawa “ngono ya ngono yen aja ngono” adalah untuk PELAKSANAAN TINDAKAN ETIS, –bukan untuk PERSETUJUAN (PERMISIF) MELAKSANAKAN TINDAKAN CURANG ATAU JAHAT!

Anto adalah guru SD dari Budi. Dalam perkembangan waktu, Budi terus belajar, menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi, yaitu Doktor, bahkan mencapai jabatan Guru Besar atau profesor, sedangkan Anto adalah tetap Guru SD biasa. Walaupun Budi sudah Doktor, bahkan profesor, Budi tetap menunduk, memberi salam, membungkuk, menghormati Anto, memberikan tempat duduk/ kursi padahal sebenarnya itu kursi yang mana Budi sudah dapatkan dahulu dalam kegiatan pesta/ kondangan. Dalam konteks seperti itulah ungkapan Jawa ‘ngono ya ngono, yen aja ngono!‘ digunakan, -sebagai dasar pelaksanaan tindakan etis/ kesantunan, –bukan slogan atau ungkapan  sebagai dasar pembenaran untuk melakukan kecurangan atau kejahatan.