Pemimpin pujian, baik song leader, worship leader, singer, atau apapun namanya, harus memperhatikan beberapa hal ketika melaksanakan tugas dalam memimpin atau memandu jemaat dalam menaikkan pujian kepada Tuhan pada Ibadah Umum, Ibadah Raya, Kebaktian Umum, atau apapun namanya.
/1/ SADARLAH BAHWA INI MERUPAKAN KEGIATAN IBADAH, -BUKAN KONSER PERTUNJUKKAN, APALAGI KONSER PERTUNJUKAN ANDA PRIBADI.
Sadarlah bahwa yang anda kerjakan adalah dalam rangka KEGIATAN IBADAH, yakni memandu jemaat menaikkan pujian kepada Tuhan [saja]. Ini bukan konser, apalagi ajang pertunjukan pribadi anda, oleh sebab itu ‘subjek’ yang harus menjadi fokus pengagungan haruslah Tuhan saja, -bukan diri anda, -juga bukan tim anda! Ada persiapan jasmani yang perlu dilakukan, yaitu ‘latihan‘ -namun bukan sekedar itu saja, juga ada persiapan rohani, yakni memperoleh perkenanan-Nya dan hidup dalam kekudusan. Jangan mencuri kemuliaan Tuhan dengan cara membangun impresi kepada jemaat bahwa anda dan tim anda bak artis atau biduan. Tampilkan gesture sebagai pelayan, -bukan selebritis.
/2/ GUNAKAN PAKAIAN YANG RAPI, SOPAN, DAN WAJAR
Rapi artinya tidak acak-acakan, bersih, tidak lusuh. Sopan artinya bahwa itu bukan pakaian ketat, atau bahkan terbuka, yang membuat bagian tubuh anda yang privat, dapat dilihat orang, -termasuk lekuk tubuh anda, baik bagian atas, maupun bagian bawah, baik pria maupun wanita. Wajar artinya gunakan pakaian dan aksesoris yang wajar, -tidak berlebihan baik dalam hal harga, bentuk, warna, corak. Ingat sekali lagi bahwa anda hadir dalam rangka pelayanan ibadah, -bukan fashion show!
/3/ MEMANDU SEMUA JEMAAT YANG HADIR UNTUK BERNYANYI MEMUJI TUHAN, -BUKAN ANDA BERNYANYI SENDIRI, -INI BUKAN KONSER PRIBADI ANDA
Ini yang paling sering diabaikan, yaitu bahwa anda dan tim anda ditugaskan dalam rangka ibadah yakni untuk memandu atau memimpin jemaat untuk bernyanyi memuji Tuhan, -BUKAN ANDA DAN TIM ANDA SENDIRI SAJA YANG BERNYANYI. Oleh sebab itu hal pemilihan lagu, harus anda perhatikan. Dalam kegiatan ibadah, apalagi Kebaktian Umum, atau Ibadah Raya, di situ tidak hanya anda-anda yang berusia muda, -melainkan ada orang tua, bahkan lanjut usia. PILIHLAH LAGU-LAGI YANG SEKIRANYA SEMUA JEMAAT YANG HADIR (MUDA, TUA, LANJUT USIA) TAHU DAN BISA MENYANYI BERSAMA, itu baru namanya ‘ibadah yang ramah‘ dan ‘beorientasi pada persekutuan.‘ Pemimpin pujian tidak boleh asyik dengan dirinya sendiri, -bangun komunikasi kepada jemaat, sapa jemaat. -ingat sekali lagi bahwa ini ibadah, bukan konser anda pribadi, atau konser sekelompok tim anda!
/4/ MUSIK SEBAGAI PENGIRING ATAU PEMANDU JEMAAT BERNYANYI, TIDAK BOLEH DOMINAN
Dalam ibadah, musik harus berfungsi menjadi pengiring atau pemandu, pengiring dan pemandu jemaat dalam bernyanyi memuji Tuhan, -tidak boleh menjadi satu-satunya yang dominan. Oleh sebab itu volume suara musik tidak boleh terlalu kencang. Indikator volume musik sebagai pengiring adalah setiap jemaat dapat mendengarkan suaranya sendiri ketika bernyanyi, -tidak tertutup (ter-blok) oleh suara musik. Iringan dan improvisasi boleh dilakukan dalam batas kewajaran yang mencerminkan bahwa itu musik gerejawi.
—-
p.s. Sebagai contoh, pada gambar di atas tampak seorang dengan celana ketat sedang memimpin pujian, -itu merupakan hal yang tidak elok [tidak etis] dalam melaksanakan pelayanan gerejawi, apalagi tampil di depan umum.








